Seorang tentara angkuh di rumah Tuhan, dia robek dan sobek pamflet-pamflet di papan. Warga marah, dibakar motor tentara. Lalu, warga ditangkap oleh tentara. Malamnya, pengajian diisi dengan nada-nada yang penuh kritik terhadap pemerintah. Seorang imam menyerukan kebebasan untuk rakyat. Beratus, bahkan beribu orang melakukan aksi damai untuk datangi markas tentara. Belum sampai depan markas tentara, manusia-manusia tanpa senjata itu dihadang tentara bersenjata lengkap. Tanpa aba-aba, mereka ditembak di tempat. Mayat berjatuhan di malam yang tenang itu. Darah-darah mengalir di jalan. Yang mati, ditumpuk, diangkut ke dalam truk, dibawa ke rumah sakit tentara. Mereka yang lolos, bagaimana? Tanda selamat kah mereka? Tidak, berapa hari setelah itu, mereka diburu, ditangkap, diangkut tentara tanpa bisa melawan. Mereka dibawa ke markas tentara, diinterogasi penuh siksaan. Ditampar, ditonjok, ditendang, di setrum , disiram, dilecehkan. Mereka hanya berseru, “Allahuakbar!”. “Di sini tidak ada Tu...