Badut Tua


Badut Tua

 

Digenggamnya balon yang hendak

bebas ke langit lepas.

Jalannya tanpa alas kaki.

Jelas penuh daki.

Tubuhnya tua, jenggotnya putih.

Tangan satunya memegang ember.

Berharap tidak bertemu Paman Gober.

Ke mana mereka yang di atas?

Ketimpangan tidak diberantas.

Oh yaa, mereka sedang cari uang

untuk membuka ruang.

Buat siapakah ruang itu?

Entah, yang jelas, bukan untuk si badut tua.

 

Jakarta, 28 Mei 2024

Comments

Popular posts from this blog

Manifesto 18 September