Lapangan
Dulu, kulihat anak-anak berlarian,
berlarian di lapangan.
Kaki-kaki mereka menjelajah,
menjelah setiap sudut lapangan.
Kini, tidak kulihat lagi mereka,
tidak kulihat lagi mereka berlarian.
Lapangan sudah tertutup,
tertutup baja-baja ringan.
Kenapa anak-anak harus mengalah?
Kenapa mereka yang kalah?
Apa kebahagiaan orang dewasa lebih genting?
Kenapa tidak sama penting?
Jakarta, 20 Mei 2024
Comments
Post a Comment